Tentang tragedi Charlie Hebdo

protes dan mengingatkan memang wajib kita lakukan pada mereka yang menyinggung keyakinan orang lain. Tapi menyakiti secara fisik apalagi sampe membunuh? Kematian adalah hak mutlak pencipta. Sejak kapan manusia berhak memutuskan kematian orang lain hanya karena merasa membela agama? Sakit jiwa.

Itu Status gw kemaren di efbi.

Udah liat blom kartun2 produksi Charlie Hebdo? Buat saya dia sakit jiwa. Kartunnya kasar dan gak pantes banget. Sungguh penghinaan banget banget. Sakit hati liatnya. Gak cuma dia gambar sosok aneh berkostum arab trus di tulis Muhammad, dia juga gambar sosok aneh berkostum Paus dan pemuka agama lain lalu dikartunin gak pantes. Ini orang bikin marah. Sudah seharusnya dituntut dan dikecam. Sekalian didoain supaya cepet sadar.

Beberapa kali denger berita kartun yang menghina Nabi Muhammad. Saya gak gitu nyari2 penasaran atau apa. Bukan karena gak peduli, tapi karena mindset saya; yang tidak kamu ketahui tidak akan menyakitimu. Maka, saya tidak mencari tahu. Apalagi sekedar sakit hati. Ngapain dicari2. Masih banyak orang tertindas, kekerasan dan pembunuhan atas nama agama yang menurut saya jauh lebih penting untuk dipersoalkan. Kartun hinaan doang mah lewat.. ga mempan buat Rasullullah SAW bersedih. Gak akan bikin agama yang saya anut hancur.

Lalu, ketika ada kabar berita Kantor Charlie Hebdo diberondong peluru dengan 12 korban tewas, katanya pelaku secara spesifik mencari beberapa nama.

Seketika saya berduka. Bukan demi kebebasan berekspresi atau kebebasan pers yang diagung2kan. Saya berduka karena pembunuhan manusia yang menurut saya pintar. Pintar dalam mengekspresikan pendapatnya. Sejenak saya lupa akan sakit hati saya terhadap karya2nya.

Hampir semua status, apapun agamanya, menunjukkan bela sungkawa.

Ramai2 para kartunis memosting karyanya yang menunjukkan support dan duka cita terhadap tragedi Charlie Hebdo.

Buat saya pribadi, ini yang paling tepat dalam menggambarkan efek serangan Charlie Hebdo. Ini favorit saya:

https://i2.wp.com/www.designboom.com/wp-content/uploads/2015/01/charlie-hebdo-cartoon-responses-designboom-05.jpg

Ketika melawan suatu pemikiran/penulisan dengan kekerasan, itu yang akan terjadi.

Ketika si Charlie terbitin gambar hujatan, ramai2 orang menolaknya dan memprotes.

Tapi ketika kantor si Charlie diserang sampai ada korban jiwa, ramai2 si Charlie dibela bahkan sampai ada hashtag #jesuischarlie (i am charlie), seakan2 lupa bahwa si Charlie ini rasis.

Dan yang paling saya sedihin dari semuanya, si pembunuh, berkedok Islam. Katanya teriak2 Allahu Akbar sambil nembak2in.

Hebat ya si Charlie, semasa hidupnya nyerang kepercayaan orang lain, setelah mati pun bikin kepercayaan tertentu jadi dihujat.

Sad for their family, sad for my religion (for being blamed).

Jesuis Cheisa, pas Charlie.

 

Advertisements

aaaaaaand you say..?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s